Selasa, 08 Agustus 2017

Pelangi di tengah pupusnya harapan

Ini bukanlah tentang biasan cahaya karena bertemunya hujan dan mentari, ia hanyalah kiasan sebuah harapan yang selalu terbayang indah, membentuk warna-warna lamunan yang seolah nyata, membuat hati begitu bahagia dan fikiran begitu tenang, pelangi adalah rajutan rasa ingin yang sangat kuat, sehingga ia muncul sebagai harapan-harapan yang hampir nyata. Dari pelangi itulah semangat untuk melangkah akan timbul, bagaimanapun keadaanya kaki ini akan tetap melangkah, akan tetap menggapai sebuah cita, angan, dan harapan itu. Karena sesamar apapun pelangi, ia teteaplah sebuah keindahan yang pantas diperjuangkan.

Pelangiku muncul begitu indahnya, tak kusadari setiap warnanya telah terbentuk sempurna dihatiku, seolah ini terlalu mudah untuk ku perjuangkan, namun tetap terlalu sulit untuk kusyukuri. naluri sebagi mahklukpun hadir, dengan segenap harapanya, akupun mulai melangkah, mulai meniti langkah terjal yang mungkin saja akan melukaiku ditengah perjalanan. sampai sebuah anugrah hadir menghampiriku, pelangiku datang begitu cepatnya, begitu nyatanya, dan begitu indahnya. Ia adalah penyempurna hariku yang selalu kurang, ia adalah penghiasa malamku yang selalu suram, ia adalah setiap apa yang kusebut, setiap apa yang kukagumi, dan setiap apa yang membuatku bahagia. 

Pelangiku, aku sangat mensyukuri hadirmu, betapa tidak, kalau setiap detik kau hadirkan tawa, setiap setiap pagi kau hadirkan senyum, dan setiap hari kau hadirkan kedamaian. namun sayang, saat itu aku terlalu lemah untuk menjagamu, hari demi hari kaupun mulai terpendar, warnamu kian samar dan cahayamu kian redup. aku terus saja menghindari hujan, padahal hujanlah alasan kau hadir, aku terus saja menghindari teriknya mentari, padahal mentarilah sebab kau terlihat. saat itu aku tak tau harus berbuat apa, yang kufikirkan hanya berusaha melindungimu dari hujan, berusaha menjauhkanmu dari mentari, padahal itulah sebab kau terpendar, nyatanya hal itulah yang membuatmu hilang.

Semua kusadari justru setelah semuanya hilang, setelah aku yang seharunya menjagamu namun malah merusakmu. kini indah pelangimu hanya sebatas kenangan, dan setiap kenangan tentangmu adalah sesal yang teramat dalam. Terimakasih kau pernah hadir untuk sekedar memberiku pelajaran, bagaimana aku harus memperlakukan keindahan, dan apa arti yang sesungguhnya dari sebuah kebahagiaan.

Pupus sudah semua harapan dan cita teridahku, kini kuberjalan ditengah padang pasir yang terik, bahkan sebatas fatamorgana pun enggan menghiburku. aku terus melangkah dan mengharapkan satu tetes kesejukan, aku tak berharap banyak, hanya setetes harapan yang kunanti. namun padang gersang ini terlalu panjang untuk kulalui, sedangkan langkahku semakin lelah, semakin tak berdaya dalam menggapai asa. 

Ditengah ketidakberdayaanku, kau muncul begitu saja, membawa harapan baru dan semangat baru, meski aku takut untuk mendekatimu, namun hati dan fikiranku takan pernah bisa berbohong, kaulah yang selama ini kucari, kamulah yang selama ini kunanti dalam keputusasaan, dan kaulah yang paling pas, yang mampu hadirkan senyumku dengan kesederhanaanku. Kau adalah pelangi ditengah pupusnya harapanku, aku takan mengusik sinarmu apalagi menghalau hujan sebab kau ada. aku hanya akan menantimu dalam doa, mengharapmu dalam setiap usaha, dan mengikhlaskanmu dalam setiap waktuku. 

Kelak jika kau adalah yang terindah yang dipilihkan Sang Pencipta untuku, aku tak bisa menjajikanmu banyak hal, aku hanya bisa berjanji untuk setiap harimu, aku akan selalu berusaha menghadrikan senyum termanismu. senyum yang selalu membuatku luluh. Untukmu pelangiku, percayalah, meski aku bukanlah yang sempurna, namun aku lah orang yang akan selalu menjagamu.

Air keruhpun pernah jernih

Aliran air sungai yang berawal dari mata air kehidupan, akan terus mengalir, akan terus memberikan manfaat, dan akan terus memberikan warna disudut-sudut kehirdupan manusia, dan kiranya seperti itulah proses berjalanya kehidupan, berawal dai kemurnian, lalu dari kemurnian itu kita berbangga diri denganya, sehingga kita lupa dan akhirnya terus mengalir menuju titik yang lebih rendah, tak sedikit kotoranpun mulai merubah warna sejati kita sendiri, namun kita belum sempat menyadarinya, hingga kita terus mengalir mengikuti lorong waktu yang sangat semu, seiring berjalanya waktu, bukan lagi warna yang berubah, namun aroma kitapun mulai membusuk, disinilah titik dimana kita mulai menyadari, betapa besar kesalahan yang telah kita perbuat, yang terlanjur menumpuk tanpa sekalipun pernah kita sadari sendiri.

Air yang kita lihat sangat keruh dan bau, yang saya yakin kita takan mau untuk mendekatinya, sejatinya ia adalah air yang jernih, dia adalah H2O yang akan tetap bersih, cuma saat itu terlalu banyak kotoran yang menutupi kejernihanya, dan begitulah kita, sejahat apapun pasti masih ada nurani yang selalu menyesali setiap kelalian, kesalahan, dan kemungkaran. namun nurani kita selalu kalah dengan kekeruhan hati kita, yang terlalu banyak menumpuk kotoran ego.

Namun air tetaplah air, ia akan mudah menguap, membentuk gugusan awan, menggumpal dan akhirnya ia menjadi air yang bersih lagi. setiap manusia pernah melakukan kesalahan, sebesar apapun kesalahan itu, ia akan tetap bisa kembali bersih. Dan dari situlah perlu kita pahami, benar dan salah hanyalah soal kesempatan, karena ada mantan orang jahat, dan juga banyak mantan orang baik. Hidup ini terlalu monoton jika kita hanya menilai pada satu titik saja. 

Hidup itu perjalanan, dan dalam perjalanan pastilah banyak sekali kejadian, proses, dan fenomena yang akan merubah sedikit demi sedikit cara berfikir kita, disadari atau tidak, satu pengetahuan baru akan mewarnai cara berfikir kita. kearah mana fikiran itu akan terbawa, sangat tergantung pada lingkungan. Bagai sebuah suara yang akan merambat cepat diudara, fikiranpun akan memancarkan frekuensi yang sangat dasyat, ia akan mersonansikan apapun yang kita wujudkan dalam angan. Ia akan membentuk dunia ini dari sisi kita sendiri.

 

Kamis, 16 Maret 2017

Apa Itu Jodoh

Sebelum membaca artikel yang saya tulis, hendaknya dipahami kalau saya menulis bukan untuk dijadikan acuan. saya hanya mengungkapkan apa yang saya fikirkan tentang jodoh, itupun lepas dari pengetahuan tentang dalil atau hadist. karena saya juga tidak menguasai hadist. sekali lagi saya hanya menulis apa yang saya fikirkan dan pemikiran saya berawal dari logika dan pengetahuan. mengenai kebenaran sudah pasti hanuyalah Allah yang tahu.
JODOH
Sudah jelas dan sudah pasti kita semua tahu kalau jdodoh manusia sudah ditentukan oleh Allah sejak kita pertama kali diberi nyawa atau tepatnya pada usia 4 bulan kandungan. silahkan lebih jelasnya tanyakn kepada para ulama atau guru agama. Jodoh adalah kata yang menurut saya membingungkan, kata yang sering disalahartikan. kadang para pecundang menggunakan asas jodoh ditanggan  Allah dan sudah ditentukan maka mereka dengan seenaknya melakukan pacaran dengan tujuan hanya untuk memuaskan nassu mereka, padahal pacaran sendiri sudah dilarang, niat buruk juga sudah dilarang, apalagi berpacaran dengan niat buruk. saya bukanya melarang pacaran, meski dalam agam sudah jelas dilarang namun saya sendiri pacaran. kembali kepersoalaa, kadang pecundang berfikir kalau jodoh sudah ditentukan, di berfikir sempit sehingga dia merusak dan menodai anak orang lain. meskipun mereka tau kalau menanam keburukan akan mendapatkan keburukan, tapi mereka berdalih, “jodoh saya sudah ditentukan dengan si fulan, meskipun saya menjaga perempuan lain tapi kalau jodoh saya sudah ditentukan dengan keadaan tidak perawan, maka aku rugi karena hidup tidak bisa mendapatkan perawan, sebaliknya jika saya bejad dan mengambil keperawanan orang lain dengan alasan cinta dan bujuk rayu. namun karena jodoh saya sifulan yang kebetulan anak kyai yang tentu masih perawan kan siapa yang tau, jodoh saya sudah ada, dan saya tinggal menikati hidup dengan berpacaran sepuasnya. masalah jodoh kan sudah ditentukan.”
Coba rekan rekan pembaca fikirkan hal itu, apakah benar.jika difikir secara rasio kalau jodoh sudah ditentukan, maka asas seperti itu benar secara teori namun sangat salah jika dilakukan, karena itu perbuatan yang sangat keji. untik itu saya akan mencoba menelusuri dan mencari arti tentang jodoh supaya tidak lagi menjadi asas untuk berbuat buruk. mari kita pahami dan kaji ulang pengetahuan yang sudah kita dapat.
1. Tentu rekan tau kalau Allah maha segala – galanya, Allah bisa membuat seisi langit dan bumi. Dia bisa menghancurkan bumi, sekarang kita fikirkan. kalau Allah bisa menghancurkan bumi, tentu sangat mudah baginya untuk merubah jodoh seseorang. silahkan pahami kata – kata saya ini. jadi jangan terlalu berpatokan jodoh anda si A dan akan tetep si A. ada kemungkinan bisa menjadi C atau D.
2. Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum melainkan dia sendiri yang merubahnya. sekarang kitas pahami kata perubahan, menurut saya perubahan disebabkan bukan haya karena kita yang inginkan. contoh mudahnya, tidak ada yang menginginkan dikeroyok masa, namun karena sikap nya yang mencuri milik orang alin dan ketahuan akhirnya dia dikeroyok juga. begitu juga jodoh, meskipun Allah sudah menentukan jodoh si fulan itu dengan Si A yang notabene anak baik, muslim, dan anak dari seorang kyai misalnya, namun kelakuan dia bejad dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, maka apakah mungkin dia akan tetap menperoleh jodoh si A. ingat Allah maha Adil, Alloh pasti tahu jodoh yg terbaik untuk setiap insanya.
3. Tahukan Allah sangat membenci perceraian, terus kenapa dengan dalih bukan jodohnya orang mengatakan perceraian itu perlu. Allah membenci perceraian, berarti Allah tidak akan mempertemukan Si A dan Si B sehingga ia nikah dan pada akhirnya hanya akan cerai. tentu semua itu karena manusianya. ingat apapun yang kita perbuat pasti akan ada balasanya.
dengan memahami hal diatas, maka jangan terlalu berpatokan tentang jodoh, sekarang kita fikirkan kita sudah diberi jodoh terbaik, maka bersikaplah terbaik kepada orang yang kamu sayangi, niscaya Allah akan melihat usahamu sebagai do’a, dan semoga yang kau jaga dan kau sayangi itu adalah jodohmu, janganlah kau berkecil hati dengan menganggap kita tidak sederajat dengan seseorang, ingat jika Allah menghendaki maka apapun bisa. jangan ada kata putus asa dan bersemangatlah untuk meraih sukses.