Sabtu, 20 Agustus 2016

Keteraturan, bukan Kebetulan

Sebuah kejadian biasanya terbentuk dari beberapa tokoh, latar belakang, yang bertemu pada satu titik waktu yang sama. Kejadian merangkai apa yang belum pernah terjadi, atau sudah terjadi dalam alam lain 'Djavu' atau dalam bahasa lain adalah sebuah perjalanan ruhwan dalam dimensi yang berbeda, dan akan teringat saat kita menemui kejadian yang sama dalam dimensi dunia yang nyata.

Dalam pembentukan kejadian seringkali kita menganggapnya sebagai kebetulan, misal disaat yang sama kita bertemu dengan seseorang yang telah kita kenal. Atauapun awal dari perkenalan yang sering disebut kebetulan. Namun apakah kebetulan itu ada?

Dunia ini sebanranya tidak mengenal kebetulan, karena semua sudah diatur oleh sang maha Pengatur, runtuhnya daun dari ujung rantingpun tidak akan terjadi melainkan karena sudah diatur untuk jatuh dan digantikan dengan daun yang baru. Jatuhnya daun memang memiliki alasan ilmiah, seperti mengeringnya dahan dan tertiup angin, namun proses tumbuhnya tunas sampai ia mengering adalah proses keteraturan yang sangat luar biasa, bagaimana sebuah daun yang bernafas dan menghasilkan oksigen lalu lambat laun ia akan mengering dan datanglah angin yang menjadi sebab akhir jatuhnya daun, itu adalah rangkaian harmoni kehidupan yang sangat kompleks.

Bagitupun munculnya mentari dipagihari, yang selalu menepati janji untuk menyinari pagi, lalu ia berangsur naik dan berujung tenggelam di ufuk barat, dan dengan keteraturanya ia pancarkan sinar dalam gelapnya malam, sehingga sang bulanpun memendarkan cahaya putih nan anggun. Semua itu adalah keteraturan, bukan hal yang kebetulan.

Semua yang kita alami didunia ini, semuanya sudah teratur dengan baik, pertemuan dan perpisahan layaknya siang dan malam, semuanya sudah diatur. Jangan pernah menghawatirkan sesuatu yang memang sudah ada aturanya, jangan sampai kita terlalu sibuk membuat aturan sendiri, padahal apa yang kita fikirkanpun pada dasarnya bagian dari keteraturan itu sendiri.

Keteraturan memiliki hukum tarik menarik yang sangat kuat, dimana kita akan bertemu  seseorang dengan pemikiran yang sama, identik, atau serupa. Seperti pertemuan pasir dan air laut yang membentuk pantai, keduanya berbeda jenis namun berada pada satu frekuensi yang sama. Pelangipun adalah perwujudan dari keteraturan yang sangat indah, dimana rintik hujan yang menetes dengan teratur lalu sinar mentari terbias olehnya sehingga memendarkan warna warni yang terlihat begitu indah.

Begitupun dengan jodoh, kita akan lelah dengan pencarianya, padahal andai saja kita berjuang mati-matian, namun keteraturan belum menemukan kita dengan jodoh kita, maka akan tetap tidak bertemu. Usaha memang harus, namun usaha juga perlu keyakinan, keyakinan juga harus terukur, itulah keteraturan. Jadi pertemuan kita dengan seseorang bukan karena adanya kebetulan, namun mutlak karena keteraturan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar